Saturday, January 28, 2012
TELEVISI tak ubahnya seperti pisau bermata dua bagi anak-anak. 'Kotak ajaib' ini mampu menambah pengetahuan bagi si kecil, sekaligus juga menanamkan perilaku buruk lewat tayangan yang kurang mendidik.
Pendampingan oleh orang tua menjadi hal yang penting untuk membentengi mental anak terhadap dampak negatif televisi. Sayangnya, tak semua orang tua dapat menemani putera-puterinya menikmati program-program menarik di TV.
Agar anak terlindungi dari bahaya TV, ikuti beberapa tips dari Becky Tumewu, presenter sekaligus pendiri sekolah presenter TALKinc berikut ini.
Jika anak mempelajari banyak hal baru dari tontonan yang disaksikannya, bersyukurlah. Berkat TV, tak sedikit anak-anak yang mengetahui hal-hal yang bahkan tak dikuasai orang tuanya.
Pelajaran bahasa asing atau wawasan tentang gadget, misalnya, bisa diperoleh anak dari film kartun berbau fiksi ilmiah.
Bahayanya, jika anak menyerap kata-kata dan perilaku yang tidak baik dari tontonannya. Jika Anda menemukan anak berbicara kata-kata yang tidak pantas, segera cari tahu dari mana anak mengetahuinya.
Jika si kecil mendengarnya dari televisi, cobalah saksikan tayangan itu dan beritahu anak apa yang baik dan tidak baik untuk dia tiru.
Jika Anda tak sempat menemani anak menonton TV, tanyakan pada si kecil apa saja yang sudah ditontonnya. Biarkan si kecil bercerita dengan gaya penuturannya sendiri mengenai apa yang sudah disaksikannya, lalu diskusikan apakah tayangan itu baik atau tidak.
Lewat penuturan si kecil, Anda juga dapat mengetahui apakah anak sudah dapat menilai sesuatu secara objektif atau masih sangat mudah terkontaminasi pemikiran dari luar.
Jika anak senang menonton film melalui DVD, pastikan Anda yang memilihkan tontonan untuk anak. Jadilah 'badan sensor' untuk si kecil dengan cara menyeleksi film-film apa saja yang layak ditonton.
Caranya, tentu dengan menyaksikan sendiri filmnya dari awal hingga akhir. Jika Anda rasa aman, baru serahkan pada si kecil.
Harus mendampingi anak saat menonton TV, menyeleksi film-film yang akan ditonton, hingga mengalah untuk tidak menonton sinetron kesayangan demi menemani si kecil nonton film kartun favoritnya, memang cukup merepotkan.
Tapi, yakinkan pada diri Anda, lebih baik repot sekarang daripada harus menyaksikan anak-anak tumbuh dewasa dengan sikap yang tidak baik akibat pengaruh tayangan yang kurang mendidik.
Sumber
Friday, January 27, 2012
Sumber
Monday, January 23, 2012
"Saya khawatir pada suatu masa nanti umatku lebih mencintai 5 hal dan melupakan 5 hal", yaitu:
Bagi yang telah terkontaminasi dalam kehidupan yang materialistis, nampaknya kekayaan yang dikumpulkan selalu dimonopoli untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi ia lupa bahkan hilang rasa sosialnya atau solidaritasnya terhadap orang lain dan umatnya. Pada hal kehidupan yang fana ini sangatlah menentukan baik buruknya dialam Akhirat nanti.
Manusia beranggapan kehidupan ini seoalah olah tak punya batas akhirnya, sehingga mereka berbuat juga tak mengenal batas dan aturan Agama maupun moral. Pada hal kematian pasti datang dan terus menantinya kapan dan dimana atau sa'at yang bagaimana. Karena itu ada manusia yang mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah yaitu kehidupan yang diakhiri dengan penuh Rahmat atau kebahagiaan karena kehidupan yang dijalaninya dipenuhi oleh kebajikan dan amal amal shaleh. Tetapi ada pula yang mengakhiri hidup ini dengan su'ul khatimah yaitu kesudahan yang sangat menyedihkan, karena selama hidupnya selalu dirundung oleh kelalaian yang berkepanjangan.
Hampir semua kota besar telah dibangun gedung-gedung menjulang tinggi dan rumah-rumah mewah bertebaran, tetapi lahan kuburan semakin menyempit, seakan manusia telah lupa kepada tempatnya kembali, pada hal apa yang dibangunnya itu adalah untuk sementara bagi penghuninya.
Manusia ini sangat gemar dan punya hobi mengumpul dan mengoleksi harta kekayaan yang terkadang tak ada nilai manfa'atnya lagi untuk dirinya. Akan tetapi dia sangat lupa dari harta yang dikumpulkannya itu ada hak orang lain yang harus dia salurkan sebagai tanda rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap orang yang tidak mampu, dan mereka hanya menghitung modal dan keuntungan dalam usahanya, namun dia lupa untuk menghitung berapa yang harus dan wajib dikeluarkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Terkadang kita lupa dengan pencipta kita, hanya mencintai sesama mahluk yang diciptakannya, sementara cinta dengan makhluk ciptaannya hanya bersifat semu dan sementara dan juga menyakitkan. Cinta yang bersifat Abadi hanya cinta dengan penciptaNYA, cobalah kita menjadi pencinta yang selalu mencintai pencipta kita, karena dia tidak pernah menyakiti perasaan kita. Cinta dengan pencipta kita haruslah didasarkan dengan hati yang ikhlas dan rendah diri, karena kita hanyalah ciptaannya yang tidak bisa berbuat apapun selain dengan pertolongaNYA.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12527384
Saturday, January 21, 2012
1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.
Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.
3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.
- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.
4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Subhanallah...
Sumber: http://www.tahukahkamu.com/2011/08/5...#ixzz1VHGr3YqK
Wednesday, November 16, 2011
1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.
2. Orang yang akan melahirkan anak”mu, walau dengan penuh rasa sakit.
3. Orang yang merawatmu sampai tua.
4. Orang yang akan merawatmu pd saat kau sakit.
5. Orang yang akan selalu mendukung walau kau gagal berpuluh” bahkan beratus” kali.
6. Orang yang memberikan hidupnya untukmu. Bahkan ia membuang egonya demi bersamamu. Bahkan saat kau menyakitinya, ia tetap berada ϑî sampingmu.. Sedangkan Pria adalah..
1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.
2. Orang yang berkorban untukmu.
3. Orang yang menafkahimu.
4. Orang yang merawatmu pd saat kau sakit.
5. Orang yang memelukmu pada saat kau sedih.
6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.
Mereka sama berharganya, hanya saja mereka mempunyai perbedaan” yang kadang membuat mereka menyakiti 1 sama lain, dan itu hanya dapat diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.
Hidup itu singkat… Terlalu singkat untuk berbagai pertengkaran… Mengapa tidak kau bahagiakan saja pasanganmu, dan mengisi hari” kalian dengan penuh cinta, dan membuat pasanganmu tersenyum lebih lebar tiap harinya?
Bukankah itu lebih baik dan bahagia dibanding saling menyakiti?
Sumber
Wednesday, March 9, 2011
Ambilah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambilah waktu untuk berdo'a, itu adalah sumber ketenangan.
Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambilah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambilah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambilah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa abadi.
Ambilah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. beramal, itu adalah kunci menuju surga.
Wednesday, July 28, 2010
Senin, 21 Juni 2010, di Blitar, Jawa Timur, berlangsung haul Bung Karno ke - 40.
Ketika Bung karno wafat, Presiden Soeharto waktu itu di depan para pemimimpin partai politik mengatakan, “Kita harus memberikan penghargaan atas jasa-jasa beliau sebagai pejuang yangluar biasa. Sejak dulu beliau adalah pejuang, perintis kemerdekaan. Sebagai proklamator, beliau tidak ada bandingannya.”
Berfikir mengenai Bung Karno, selalu saya bertolak dari ingatan bahwa manusia memang tidak ada yang sempurna. Jangankan manusia biasa, nabi pun bias khilaf, “ demikian kata Soeharto dalam buku otobiografi Soeharto; Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya seperti dipaparkan kepada G Dwipayana dan Ramadhan KH.
Pak Harto pada tahun 1980 mendirikan patung Bung Karno dan Bung Hatta di Jalan Proklamasi, Jakarta. Tahun 1985, Pak Harto menetapkan nama Bandar udara di Cengkareng dengan nama Soekarno-Hatta. Tahun 1986, Bung Karno dan Bung Hatta ditet
apkan sebagai Pahlawan Proklamator.
Minggu, 27 Januari 2008, Pak Harto wafat. Dalam upacara pemakaman Pak Harto di Astana Giri Bangun, Solo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam pidatonya, SBY menyebut Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan.
Kamis, 31 Desember 2009, mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur wafat. Dalam upacara pemakaman di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam suara yang menyentuh hati para pendengarnya mengatakan, “Selamat jalan Bapak Pluralisme kita, semoga tenang di sisi Allah SWT.”
Suara SBY di antara ribuan orang yang melayat waktu itu sekali lagi, menyentuh hati. Suara itu diucapkan ketika angin berdesau. Suara SBY mengalun indah, tulus, dan diterima dengan ikhlas oleh alam semesta ini.
Sikap Soeharto dan SBY member penghormatan terakhir kepada para mantan Presiden atau pendahulunya membuat manusia merasakan apa yang ada dalam ungkapan bahasa Latin, Mors ianua vitae, bahwa kematian itu adalah pintu kehidupan. (J OSDAR/Kompas)










